Pasoegati Desak Pemkab Cirebon Ambil Alih PSGJ, Sutardi Klaim Dapat Mandat

0

CIREBON – Carut marutnya manajemen klub bola PSGJ Cirebon, membuat marwah sepak bola lokal kehilangan arah. Akhirnya, pencinta bola meminta pemerintah daerah turun tanggan mengambil alih dan memberikan kepada sosok yang berkomitmen memajukan sepak bola Cirebon.

Ketua Pasoegati Kabupaten Cirebon, Muhammad Syarifudin mengatakan saat ini PSGJ di kelola oleh orang – orang yang tidak ingin memajukan sepak bola lokal, dan memanfaatkan nama besar PSGJ Cirebon untuk kepentingan pribadi.

“Pemerintah daerah harus turun tangan dengan mengambil alih PSGJ dan memberikan kepada orang yang lebih berkompeten untuk mengurus PSGJ agar lebih baik lagi dan bisa memajukan sepakbola Cirebon kedepannya,” dalam keterangan yang diterima SCID, Kamis (12/8/2021).

Pria yang akrab disapa Gopek ini menambahkan Pasoegati telah memberikan kepercayaan kepada manajemen, untuk menjalankan roda tim PSGJ meraih prestasi yang membanggakan. Nyatanya, manajemen justru merusak nama besar PSGJ Cirebon.

“Manajemen telah diberi mandat dan kepercayaan dari kami untuk merencanakan, membentuk, serta menjalankan tim PSGJ. Tapi mereka sendiri pula yang merusak kepercayaan yang telah kami berikan, manajemen tidak mampu membentuk dan menjalankan tim PSGJ,” tuturnya.

Menurut Gopek, saat ini manajemen hanya memberikan janji-janji, dan gagal mempertahankan citra PSGJ sebagai klub lokal kebanggan masyarakat Cirebon.

“Mereka hanya memberikan janji yang tak kunjung mereka tepati. Manajemen juga gagal dalam mempertahankan citra PSGJ yang selama ini kami bangun, mereka hanya memanfaatkan nama besar PSGJ untuk kepentingannya sendiri,” lanjutnya.

Gopek mencontohkan salah satu kebobrokan manajemen PSGJ saat melakukan seleksi berbayar, dan ada 119 pemain yang melakukan pendaftaran.

“Ada seleksi pemain berbayar, sampai sekarang belum terlaksana proses seleksinya. Atas dasar ini, kami menuntut manajemen PSGJ saat ini untuk mengundurkan diri karena ketidakpuasan kami terhadap kinerja manajemen selama ini,” ujarnya.

Ditempat terpisah, pengiat bola lokal Sutardi Raharja menegaskan ketidak mampuan manajemen PSGJ dalam mengelola klub, yang akhirnya membuat PSGJ terus terpuruk dan menghilang dari ingatan masyarakat.

“Sangat ironi, disaat daerah lain sudah mulai berbenah memajukan sepak bolanya, Cirebon justru masih tertidur, hanya mimpi – mimpi saja yang di hembuskan ke masyarakat, tapi tidak ada hasil nyatanya,” kata Sutardi.

Selain itu, Sutardi juga mengklaim mendapat mandat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon, untuk mengambil alih kepengurusan PSGJ, untuk memajukan sepak bola lokal.

“Saya sudah dapat mandat dari Pemda Kabupaten Cirebon, untuk mengambil alih PSGJ, dengan dukungan Pasogati saya yakin dapat memajukan sepak bola lokal, dan bukan hanya mimpi, saya akan berjuang memajukan PSGJ,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here