Rindu Tarkam (2)

0
Foto : @tarkamphotographerclub. Aksi kiper tarkam saat menghalau bola

Sebelumnya kami sempat mengulas sedikit tentang Tarkam. Saya, Anda dan Tarkamers sudah tahu tentang istilah Tarkam. Ya, Tarkam merupakan akronim dari “antar-kampung”. Ada juga yang bilang akronim dari “tarikan kampung”.

Kemungkinan, istilah Tarkam merupakan penjelasan dari pertandingan antardesa, antarkampung, antardaerah, RT maupun RW atau blok di Indonesia, termasuk Cirebon.


Dua cabang olahraga (cabor) yang paling menonjol dalam pertandingan Tarkam, yakni sepakbola dan voli. Kami, sudah jelas dong bakal membahas soal Tarkam sepakbola, bukan voli.

Turnamen Tarkam sejatinya memiliki dua bentuk penyelenggaraan, yakni terbuka dan tertutup. Kami akan jelaskan soal keduanya.

Pertama soal turnamen terbuka. Penyelenggaraan turnamen Tarkam terbuka ini tak memungut biaya bagi yang ingin menonton. Ya, gretooong alias gratis. Penonton cukup membayar parkir, bagi yang membawa kendaraan. Namun, dalam beberapa turnamen, ada panitia yang akan berkeliling lapangan meminta “suport” kepada penonton. Ini dilakukan saat jeda babak pertama.


Kedua soal turnamen tertutup. Penonton wajib bayar, alias tidak gratis. Harga tiket menonton akan naik di tiap fase-nya, dari fase pertama hingga final. Penyelenggaraan Tarkam seperti ini dikenal sebagai “Liga Seng”. Istilah yang tak asing bagi telinga Tarkamers. Alasannya karena lapangan tempat turnamen ini digelar dikelilingi dengan seng.

Nah, soal peserta. Turnamen yang terbuka, klub dari manapun boleh mendaftar. Untuk yang tertutup, biasanya hanya antardesa atau kecamatan yang menyelenggarakan. Artinya, klub dari luar desa atau kecamatan yang menyelenggarakan tidak boleh mendaftar sebagai peserta.


Tarkam juga mengenal soal “transfer pemain”, tapi istilahnya berbeda. Transfer pemain ini lebihi dikenal dengan istilah “bon” atau “bon-bonan”. Intinya pemain ini dibayar oleh klub peserta tarkam. (Slogan : Membela yang Bayar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here